Ranting Yang Patah

Dulunya ranting itu kokoh, meski hembusan angin menerpanya kesana-kemari.
Dia tak patah setelahnya.
Dulunya ranting itu teguh, meski gemuruh badai mengguncang pohonnya.
Dia tak patah setelahnya.
Dulunya ranting itu dipenuhi dedaunan hijau nan segar, meski kemarau tiba.
Dia tak layu setelahnya.
Namun sekarang dia patah -semoga tak selamanya-.
Sebab seringnya dia mendengar semilir angin syaithan -musik-.
Namun sekarang dia patah -semoga tak seterusnya-.
Sebab mudahnya dia bergumul dengan kecantikan daun yang merayunya -syahwat wanita-.
Namun sekarang dia patah -semoga tak berkepanjangan-.
Sebab jarangnya dia hadir dalam majelis ranting pengharap jannah -majelis ilmu-.
Yaa Rabb.. tolonglah kami.. dari ke-futur-an.. dari kemaksiatan..
Yang sangat halus dan menghiasi hati kami seolah itu baik..
Yaa Rabb.. tolonglah kami.. dari ber-mudah-mudah-an.. dari fitnah syahwat..
Yang sangat lembut dan membuai hati kami seolah itu baik..
Yaa Rabb.. tolonglah kami.. dari ke-tidaktahuan-an.. dari fitnah syubuhat..
Yang sangat samar dan membutakan hati kami seolah itu benar..
Jadikanlah dia dan aku sebagai ranting yang kokoh, teguh, dan kuat.
Satukanlah kami dalam satu barisan.
Tunjukanlah kami kejalan yang lurus.
Jalan para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada, dan Orang-orang yang shaleh.
~*~
Untuk sahabatku yang sedang patah..
Juga sebagai nasihat untuk diriku..

nasehat yang indah, jazakallah..
Allohuma yasirni, Allohumma aamiin.
Ambil air.,
Siram ranting biar rimbun lagi..
Lanting2 ibalat phn mw limbun eh kena pilus.,ndak jadi limbun deh.,
Pupukin ahh..
Assalamu’alaikum..
he em nasihat yang bagus, smoga bermanfaat bagi kita semua..khususnya bagi ana.
Syukron
Sdh prnh bc tp blm sempat koment…
Barokallahu fiik
Wa fiyk barakallah.