Cinta

Bismillah.
Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu memberikan petunjuk kepada kita agar selalu berjalan diatas jalan yang haq. Saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran dalam menghadapi takdir-Nya.
Sebagaimana yang bisa kalian baca pada blog ini, berupa nasihat, berat bagiku untuk menuliskannya. Mengingat setiap diri kita -mungkin- pernah tertimpa fitnah. Terlebih lagi diri saya pribadi yang tak luput dari khilaf dan lupa. Dan saya pribadi mencoba sedikit-demi-sedikit meninggalkan sebab-sebab fitnah. Karena begitu condongnya jiwa kepada hal-hal yang disenanginya berupa perbuatan yang hakikatnya perlu diperhatikan agar tidak melampaui batas syar’i. Dan ini membutuhkan proses. Dan terus menerus berusaha memperbaiki diri dari setiap ketergelinciran yang kerap terjadi meski kita sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan. Terkadang kita kuat dan terkadang kita lemah dalam menjaga diri. Tetapi sangat jelas bagi kita, Tidaklah seseorang itu lari dari obat yang dapat menyembuhkan dirinya kecuali orang-orang yang merugi.
Menerima nasihat adalah perkara yang berat bagi sebagian orang -kecuali yang Allah ‘Azza wa Jalla telah lapangkan hatinya- . Tidak mau menerima nasihat dari orang yang dia benci -entah atas dasar apa kebenciannya-. Meski, dia berada dalam kesalahan sekalipun dan orang itu benar. Bahkan sebaliknya, berpaling dari nasihat yang bermanfaat daripada harus meminum obat nan pahit rasanya, menuju hal-hal yang dia cintai menurut nafsunya.
Maka, Cinta dan bencilah seseorang itu karena Allah ‘Azza wa Jalla. Bangunlah persaudaraan kita diatas kecintaan kepada-Nya. Cinta karena ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla telah dilaksanakan, dan benci ketika larangan Allah ‘Azza wa Jalla dilanggar. Bukan cinta dan benci karena sebab-sebab lain.
Wallahu a’lam.

Barokallohufiikum
Sama seperti yg saty tulis Akh….
Salam silaturahmi…:)
Jayyid..