Arsip

Archive for the ‘Kata’ Category

Ranting Yang Patah

April 26, 2009 6 komentar

Ranting

Dulunya ranting itu kokoh, meski hembusan angin menerpanya kesana-kemari.
Dia tak patah setelahnya.

Dulunya ranting itu teguh, meski gemuruh  badai mengguncang pohonnya.
Dia tak patah setelahnya.

Dulunya ranting itu dipenuhi dedaunan hijau nan segar, meski kemarau tiba.
Dia tak layu setelahnya.

Namun sekarang dia patah -semoga tak selamanya-.
Sebab seringnya dia mendengar semilir angin syaithan -musik-.

Namun sekarang dia patah -semoga tak seterusnya-.
Sebab mudahnya dia bergumul dengan kecantikan daun yang merayunya -syahwat wanita-.

Namun  sekarang dia patah -semoga tak berkepanjangan-.
Sebab jarangnya dia hadir dalam majelis ranting pengharap jannah -majelis ilmu-.

Yaa Rabb.. tolonglah kami..  dari ke-futur-an.. dari kemaksiatan..
Yang sangat halus dan menghiasi hati kami seolah itu baik..

Yaa Rabb.. tolonglah kami..  dari ber-mudah-mudah-an.. dari fitnah syahwat..
Yang sangat lembut dan membuai hati kami seolah itu baik..

Yaa Rabb.. tolonglah kami..  dari ke-tidaktahuan-an.. dari fitnah syubuhat..
Yang sangat samar dan membutakan hati kami seolah itu benar..

Jadikanlah dia dan aku sebagai ranting yang kokoh, teguh, dan kuat.
Satukanlah kami dalam satu barisan.

Tunjukanlah kami kejalan yang lurus.
Jalan para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada, dan Orang-orang yang shaleh.

~*~

Untuk sahabatku yang sedang patah..
Juga sebagai nasihat untuk diriku..

Categories: Kata Tag:,

Lentera Untuk Gelapnya Maya

April 19, 2009 7 komentar

Lentera Terbang Kala Malam Tiba

Jika maya adalah nyata,
Masihkah kita bertutur-kata berdua saja?

Jika maya tanpa tabir,
Masihkah kita melihat satu sama lainnya?

Jika maya membuat lupa,
Lalu mau kemana diri kita?

Jika maya saling merayu,
Lantas dimana malu kita?

Belum terlambat nasihat tiba,
Menyambut lirikan hati yang luka.

Untuk saudara-saudariku di Jalan Allah ‘Azza Wa Jalla.
Mari kita saling memberi tanda dan menjaga.

Jikalau banyak yang terseret,
Maka harus ada satu yang menariknya.

Memang tiada yang sempurna,
Tidak juga aku atau kamu.

Kita sama-sama pernah lupa,
Bahkan tergelincir di jurang hina.

Tetapi bukan berarti kita diam,
Disaat kita mempunyai lentera yang dapat menerangi gelapnya maya.

Akhukum fillah.
dim
( Abu Ahmad Syarif )

Categories: Kata Tag:,

Bertemu Fajar Menanti Mentari

April 16, 2009 6 komentar

Fajar

Agaknya fajar mulai tampak, maka sebentar lagi mentari nampak.
Ah.. sudah tak sabar bergerak, sebab ragaku masih saja ditempat.

Agaknya kata mulai terucap, maka sebentar lagi kalimat akan tegap.
Ah.. sudah tak gentar sobat, sebab asaku sudah dipuncak.

*Menghitung hari..

Categories: Kata

Pertama!

Maret 31, 2009 Tinggalkan Komentar

Mari menulis lagi..

Semoga lebih segar.. :)

Categories: Kata Tag:,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.